Pedoman Umum Pembentukan Istilah

Selain Kamus Besar/Umum Bahasa Indonesia, ada juga pengaturan tentang pembentukan istilah dalam bahasa Indonesia, terutama untuk penyerapan dari bahasa asing. Hal ini penting diketahui, terutama oleh para pendidik (guru kelas)/pengajar (guru Bahasa Indonesia), agar tidak merasa ragu atau rancu dalam menyikapi perubahan gejala bahasa yang terjadi di masa kini.

Silahkan diunduh tautan berikut:

Penyempurnaan Pedoman Umum Pembentukan Istilah (2005)

“Tak ada kata terlambat untuk belajar”

Penerimaan Peserta Didik Baru 2015/2016

SDN Blimbing 3 mengumumkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2015/2016

Keterangan lebih lanjut silahkan mengunduh file di bawah ini:

Brosur PPDB 2015

Green School Festival 2014 – Semangat Membara Untuk Mencintai Lingkungan

GSF 1

Sebuah gelaran dari Dinas Pendidikan Kota Malang bekerja sama dengan Radar Malang dan Move Indonesia (Movind) yang dilatarbelakangi atas keprihatinan dengan kondisi Kota Malang yang sudah mulai sesak dengan hutan beton. Sebuah upaya awal yang berkelanjutan untuk mengembalikan Kota Malang menjadi kota berhawa dingin, asri, dan ramah lingkungan. Sesuai dengan motonya, Kota Malang Bermartabat, serta slogan Malang Cerdas, Ceria, dan Cemerlang.

Green School Festival 2014, dengan acara utama Green School Mapping, menyasarkan pada lingkungan pendidikan di kota Malang dengan dasar bahwa generasi muda (siswa-siswi) merupakan roda penggerak yang mampu merubah keadaan saat ini menjadi lebih baik di masa yang akan datang, terutama dalam hal kesadaran peduli lingkungan. Kegiatan yang mampu menanamkan rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan, kerja sama dalam mengelola isu-isu lingkungan, sehingga menumbuhkan rasa cinta dan budaya terhadap pelestarian lingkungan.

Green School Mapping merupakan upaya pemetaan isu-isu lingkungan, yang terdiri dari 9 isu lingkungan, yaitu: 1) energy, 2) sampah, 3) polusi udara, 4) air dan limbah cair, 5) tanah dan kontaminasi kimia, 6) tanaman, 7) resiko, 8) keindahan, dan 9) edukasi, informasi, dan inspirasi. Green School Mapping bukanlah sebuah upaya baru. Namun, terbukti dari gelaran ini para penyelenggara dibuat “takjub” dan “terkesima” oleh semangat, kerja keras, kerja sama, dan hasil yang murni dari tangan-tangan siswa-siswi.

SDN Blimbing 3 Malang merupakan salah satu dari sekitar 200-an sekolah yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini sejalan dengan visi sekolah, yaitu terwujudnya warga sekolah yang berlandaskan iman dan taqwa, cerdas, inovatif, kompetitif, serta berbudaya lingkungan. Dimulai dari workshop, sosialisasi di sekolah, pembentukan tim, perencanaan aksi, pelaksanaan aksi, hingga penjurian diikuti dengan semangat yang membara.

Inilah dokumentasi kami.

1. Sosialisasi dan Pembentukan Tim

Sosialisasi-1 Sosialisasi-2

2. Perencanaan Aksi dan Pemetaan

Pemetaan-1 Pemetaan-2

Pemetaan-3 Pemetaan-4

Mapping-1 Mapping-2

3. Pelaksanaan Aksi

In-Action-1 In-Action-2

In-Action-3 In-Action-4

In-Action-5 In-Action-6

In-Action-7

Itulah secuplik proses pemetaan masalah dan potensi hingga pelaksanaan aksi yang tak akan cukup dimuat dalam blog ini. Berangkat dari permasalahan dan potensi yang ada di lingkungan sekolah, muncullah ide brillian dari otak kecil yang sedang berkembang, hingga singsingan lengan baju dan tapak kaki kecil yang berupaya dengan sadar untuk peduli lingkungan. Proses ini tidak hanya berhenti hingga pengumuman hasil penjurian atau hari ini, namun berlanjut hingga ke generasi selanjutnya.

SANTUN DALAM PEKERTI, UNGGUL DALAM PRESTASI

SDN Blimbing 3! Jaya, jaya, jaya, luaaar biasaaa!

Salam Lestari! Malang Hijau!

PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU 2014/2015 (PPDB 2014)

Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2014/2015 SDN Blimbing 3 Malang

Informasi Umum:

1. Persyaratan

a. Asli dan Fotokopi Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga

b. Fotokopi STTB TK/RA/BA (menunjukkan asli) bagi yang mempunyai

c. Fotokopi Piagam Penghargaan Prestasi bagi yang mempunyai

d. Usia maksimal 12 tahun pada tanggal 1 Juli 2014

 

2. Waktu Pendaftaran dan Seleksi

a. Pendaftaran : 1 s/d 2 Juli 2014

b. Seleksi : 1 s/d 2 Juli 2014

c. Model seleksi Administratif dan Wawancara

 

3. Pengumuman dan Daftar Ulang

Tanggal 3 Juli 2014

 

Informasi Lengkap:

(monggo diunduh)

Brosur PPDB 2014-revisi 2

Catatan: Apabila ada perubahan akan diumumkan secepatnya

 

Makna Motto Provinsi Jawa Timur

logojatim-color

Jer artinya “agar“, Basuki bermakna “bahagia, sejahtera“, Mawa berarti  “dengan“, dan Bea adalah “biaya“. Jadi secara keseluruhan nasihat di atas bermakna: untuk mencapai sesuatu maka orang harus mau berkorban”.  Sesuatu dapat berwujud apa saja, termasuk kebahagiaan, kesejateraan, kesehatan, pendidikan, jabatan dan sebagainya.

Pada umumnya orang sudah mengetahui prinsip hidup jer basuki mawa bea, tetapi dalam banyak hal tidak melaksanakan dengan sungguh-sungguh. Mereka mengatakan bahwa mereka sudah berusaha, tetapi kenyataannya tidak mau berkorban. Berkorban itu banyak wujudnya. Bisa berwujud waktu, dana, kerja keras, keuletan, kegigihan, kesabaran, penderitaan, dan mungkin juga korban perasaaan dan kekecewaan.

Banyak orang tidak berpikiran terbuka (open minded). Orang Jawa menyebut orang yang tidak open minded dengan istilah gugu karepe dhewe atau hanya mendengar dirinya sendiri, alias tidak mau mendengar pendapat orang lain. Orang yang tidak mau mendengar pendapat orang lain itu disebabkan karena takut dikira tidak pandai atau tidak mampu. Nah, orang yang demikian ini tidak bersedia berkorban dalam proses mencapai tujuannya.  Padahal mendengar tidak berarti harus setuju dan menurut saja. Yang penting kita bersedia mendengar dulu dan untuk itu kita perlu menyingkirkan ego kita sebagai pengorbanan. 

Banyak orang tidak bersedia kerja keras, bukan karena malas tetapi karena berwatak “perhitungan”. Orang yang berwatak perhitungan senang berucap “Mengapa harus berkerja  keras kalau gajinya sama saja”. Orang yang bersikap semacam ini jelas tidak memiliki cita-cita atau impian untuk menjadi orang yang berguna.  Hidupnya dibingkai dari satu hari ke hari yang lain. Orang semacam ini mempunyai harga diri (self esteem) yang rendah karena tidak bersedia membayar ongkos untuk menjadi orang yang berguna.

Kalau kita menghayati prinsip hidup ‘jer basuki mawa bea’ maka dengan sendirinya kita akan menjadi orang yang sabar, tekun, gigih dan ulet dalam mengerjakan sesuatu atau berusaha mencapai sesuatu. Setiap kali merasa putuh asa atau frustrasi dalam proses mencapai sesuatu dan ingat akan prinsip ‘jer basuki mawa bea’, maka kita akan bersemangat kembali.  Kesulitan, kendala, halangan, waktu, dan segala yang kita korbankan itu adalah sekedar ongkos.

Sikap ‘jer basuki mawa bea’ dapat memotivasi diri kita untuk meyakini keberhasilan. Orang bijak mengatakan bahwa keberhasilan itu ada dibalik kegagalan. Artinya, kegagalan itu juga adalah ongkos untuk mendapatkan keberhasilan.

Secara spiritual, sikap ‘jer basuki mawa bea’ merupakan perwujudan dari keimanan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Apa yang dikatakan orang awam bahwa ‘putus asa adalah dosa’ ada benarnya juga. Dalam setiap upaya kita harus menyakini bahwa keberhasilan merupakan ketentuan dari Tuhan. Namun, Tuhan tidak akan menetapkan keberhasilan kalau kita tidak bersedia membayar ongkos berupa pengorbanan.

Apakah pengorbanan itu identik dengan penderitaan? Tidak harus demikian kalau kita mempunyai kesadaran bahwa pengorbanan itu merupakan ongkos yang memang harus kita bayar (tebus) untuk mencapai kebahagiaan. Kebahagiaan itulah yang menjadi tujuan. Istilah penderitaan bisa diartikan sebagai “proses”: pendewasaan diri, pematangan emosi, pengendalian sikap dan perilaku, serta kontinuitas usaha, sabar, dan ikhlas.

Sumber 1; Sumber 2

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.