RSS

Arsip Penulis: SDN BLIMBING 3 MALANG

Tentang SDN BLIMBING 3 MALANG

Sekolah Dasar Negeri yang berada di Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Merupakan sekolah induk di Gugus I Kecamatan Blimbing.

Belajar dari Katrol Berganda

Di kota, sumur yang berasal dari air resapan itu mungkin sudah tidak ada. Air
bersih yang ada di kota berasal dari keran-keran PDAM yang dialirkan dari air
sungai yang disuling kembali, atau berasal dari air tanah yang dibor secara
dalam dan disedot melalui Jet-Pump. Anak-anak kota mungkin hanya bisa melihat
sumur itu dari gambar.

Padahal, sumur itu mempunyai banyak hal yang bisa kita pelajari. Selain tidak merusak
air tanah secara keseluruhan, sumur juga sering dianggap pada berbagai
perlambang. Mungkin tidak banyak diperhatikan orang, tetapi setelah “belajar”
dari Pusat Peragaan Science di TMII, saya mulai mengerti banyak, mengapa saat
orang menimba di sumur itu mesti menggunakan katrol.

Menimba air adalah salah satu pekerjaan yang cukup berat, apalagi jika ember yang
digunakan sebagai timba cukup besar. Nah, jika kita langsung menimba dengan
tali dan mengangkat ember tersebut, maka timba itu akan menjadi berat. Tetapi
kemudian, di setiap sumur biasanya dipasang KATROL. Dengan KATROL, ternyata
beban yang sama bisa diangkat secara lebih mudah. Mengapa demikian?

Saya mencoba prinsip ini di TMII. Berat benda 10 Kg, ternyata cukup berat kalau
diangkat langsung. Dengan menggunakan satu katrol, benda ini menjadi lebih
mudah untuk diangkat. Dan menariknya, prinsip katrol ini bisa dilakukan dengan
katrol berganda, artinya terdiri dari beberapa katrol, dan membuat kita jauh
lebih ringan dalam mengangkat beban.

Lalu apa yang membuatnya lebih ringan? Ternyata, salah satunya adalah membagi titik
berat beban ke dalam beberapa titik yang dilakukan secara serentak. Semakin
tersebar berat itu ke berbagai titik, akan semakin ringan benda itu kita angkat.

Sebuah prinsip sederhana, tetapi bagi saya memberikan banyak pelajaran dalam hidup.
Pertama, beban yang berat itu kalau kita tanggung bersama, akan jauh menjadi
lebih ringan. Bukan bebannya yang bertambah ringan, tetapi karena berat beban
itu disebar ke beberapa orang. Di sinilah prinsip kerjasama itu diperlukan,
bahwa risiko dan tanggung jawab mesti disebar ke banyak orang agar beban hidup
ini tidak kita tanggung sendiri.

Kalau diibaratkan, beban itu seperti sebuah kerja dan produktivitas. Jika kita
sendiri melakukan, hanya sedikit produktivitas yang bisa kita ciptakan. Tetapi
dengan melakukannya dalam sebuah tim kerja yang baik, akan menciptakan lebih
banyak karya besar. Karena itu, tugas kita adalah membuat diri kita
masing-masing lebih fleksibel dan mampu bekerjasama dalam sebuah tim. Karena di
organisasi modern, tim kerja menjadi tulang punggung hidupnya organisasi.

Kedua, untuk sukses, kita tidak bisa jalan sendiri. Kita perlu bantuan orang lain.
Jangan pernah ragu untuk minta bantuan orang lain, dan siapkan diri kita untuk
mau dibantu. Bukan berarti tidak percaya diri, tetapi begitulah, seperti kita
menimba air, dengan adanya berbagai bantuan orang lain, akan lebih mudah kita
“mengatrol” pengembangan diri kita dengan bekal potensi dan kemampuan yang
sudah kita miliki.

Gimana caranya agar orang mau membantu kita? Mario Teguh bilang, siapkan diri kita
sendiri agar kita “layak” dibantu orang lain. Karena bagaimanapun, orang yang
mau bantu kita juga tidak sembarangan akan ngasih bantuan ke kita kalau ia
merasa kita tidak layak. Tidak mungkin orang akan bekerja sama dengan kita,
atau menawari kita jabatan yang lebih tinggi jika kita tidak siap atau orang
melihat kita tidak layak. Karena itulah, penting bagi kita menyiapkan diri
secara baik dari berbagai sisi; keterampilan, pengetahuan, sikap, agar orang
melihat diri kita sebagai orang yang “layak”.

 

http://edukasi.kompasiana.com/2010/03/24/belajar-dari-katrol-berganda/24
March 2010

 
Leave a comment

Posted by pada Kamis, 3 November 2011 in Beranda

 

MENCOBA TTS ONLINE

TEKA TEKI SALING SILANG SENBUDTRAM KELAS 6 SD

http://www.4shared.com/document/4q88vl6S/SBK_TTS_2.html

 
Leave a comment

Posted by pada Kamis, 21 April 2011 in Beranda

 

Sudah Spesialkah Anda?

Suatu hari, seorang motivator terkenal membuka seminarnya dengan cara unik.
Sambil memegang uang pecahan AS $ 100, ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang ini?”
Tampak banyak tangan diacungkan, pertanda banyak yang minat.

“Saya akan berikan uang ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini.”
Ia berdiri mendekati hadirin.
Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat.

Lalu bertanya lagi, “Siapa yang masih mau uang ini?”
Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.

“Baiklah,” jawabnya, “apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya. :gila:
Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.

“Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?”
Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.

“Hadirin sekalian, Anda baru saja mendapatkan sebuah pelajaran penting.
Apa pun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya.
Biarpun lecek dan kotor, uang ini tetap bernilai 100 dolar.”

Dalam kehidupan ini, kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita.
Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti.
Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda.

So, setiap kali merasa diri tak berarti, ingatlah akan selembar uang 100 dolar tersebut.
Jangan pernah lupa – Anda adalah SPESIAL.

 
Leave a comment

Posted by pada Minggu, 6 Maret 2011 in Arsip Tulisan

 

8 Kebohongan Ibu – Sebuah Perenungan

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan
membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah
ini justru sebaliknya.

Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini
justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat
sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling
indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja,
seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata:

“Makanlah nak, aku tidak lapar”
KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA


Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu
senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap
dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi
untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar
dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk
disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang
yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu
seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan
memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia
berkata:

“Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan”
KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku,
ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk
ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk
menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari
tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan
gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata
:”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.

“Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek”
KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA


Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi
ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu
yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah
selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak
dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat
ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu
sambil menyuruhnya minum.

Ibu berkata :”Minumlah nak, aku tidak haus!”
KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,
dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita
pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat
kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar
maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat
kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka,

Ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta”
KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA


Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak
mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang
bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu
memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang
tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut.

Ibu berkata : “Saya punya duit”
KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM


Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di luar negeri berkat
sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di
perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa
ibuku untuk menikmati hidup di luar negeri. Tetapi ibu yang baik hati,
bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku :

“Aku tidak terbiasa”
KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH


Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung,
harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra
atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku
melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani
operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh
kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku
karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu
menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering.
Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit
sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan
tegarnya berkata :

“Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan”
KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh

dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih Ibu ! “

Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon
ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita
untuk berbincang dengan ayah ibu kita?

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas
apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah
bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan
kembali lagi…

Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik.

Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

sumber: http://ujung-bumi.blogspot.com/2010/08/8-kebohongan-ibu-dalam-kehidupan.html

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4107956

 
Leave a comment

Posted by pada Sabtu, 25 Desember 2010 in Arsip Tulisan

 

PRAY FOR INDONESIA

Semoga segala kedukaan segera sirna & berganti dengan kesukaan yang diridhoi Allah SWT.

Let’s pray together! … Praying begin! ….

“Ya, Allah jadikan negaraku, Indonesia, menjadi negara yang baldatun toyyibatun warabbun gaffur.”

 
Leave a comment

Posted by pada Kamis, 28 Oktober 2010 in Arsip Tulisan

 

10 Kebaikan Dibalik Senyuman

Senyum mungkin bagi kita adalah hal yang sederhana dan mudah, cukup menarik sudut bibir ke arah samping dan menampakkan gigi. Namun tidak sesederhana itu, kadang tersenyum saat-saat tertentu sangatlah sulit. Terlebih jika kita tidak “mood” untuk tersenyum. Senyum mempunyai hubungan erat dengan karakter seseorang, karena tidak sedikit ditemukan sifat individu yang “murah senyum”. Senyum banyak dikaitkan dengan perasaan hati, kondisi jiwa dan mood. Senyum dapat mempengaruhi kesehatan, tingkat stres dan daya tarik kita. Senyum juga dipercaya sebagai salah satu jalan jika ingin awet muda. Senyum diketahui mempunyai manfaat untuk kesehatan, di antaranya yaitu :

1. Senyum membuat kita lebih menarik. Kita akan selalu tertarik pada orang yang selalu tersenyum. Orang yang selalu tersenyum punya daya tarik tersendiri. Wajah yang berkerut, cemberut, membuat orang menjauh dari kita , tetapi sebaliknya senyum bisa membuat mereka tertarik.

2. Senyum mengubah mood kita. Ketika kita merasa jatuh atau “down” cobalah untuk tersenyum. Mungkin saja mood kita akan berubah menjadi lebih baik.

3. Senyum dapat merangsang orang lain tersenyum. Ketika seseorang tersenyum maka senyum tersebut akan membuat suasana menjadi lebih cerah, mengubah mood orang lain yang ada disekitarnya dan membuat semua orang menjadi senang. Orang yang suka tersenyum membawa kebahagiaan buat orang yang ada di sekitarnya. Seringlah tersenyum maka anda akan disukai oleh banyak orang.

4. Senyum dapat mengurangi stres. Stres secara nyata dapat muncul di wajah anda. Senyum membantu mencegah kesan bahwa kita sebenarnya sedang lelah atau merasa “down”. Jika anda sedang stres cobalah untuk tersenyum, maka stres anda akan berkurang dan anda akan merasa lebih baik untuk membuat langkah selanjutnya.

5. Senyum meningkatkan sistem imun (kekebalan) tubuh anda. Senyum dapat membantu kerja imun tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Ketika anda tersenyum, fungsi imun meningkatkan kemungkinan anda menjadi lebih rileks.

6. Senyum menurunkan tekanan darah anda. Ketika anda tersenyum, maka tekanan darah anda akan menurun. Jika anda tak percaya, anda boleh mencobanya sendiri, jika anda memiliki alat pengukur tekanan darah di rumah anda.

7. Senyum mengeluarkan endorphins (pereda rasa sakit secara alami) dan serotonin. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat merangsang pengeluaran endorphin, pereda rasa sakit yang alami, serta serotonin. Senyum memang obat yang alami.

8. Senyum dapat melenturkan kulit wajah dan membuat anda terlihat lebih muda. Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum ikut membuat anda terlihat lebih muda. Jika anda ingin sesuatu yang beda, maka berikan senyum anda sepanjang hari, maka anda akan terlihat lebih muda dan merasa lebih baik.

9. Senyum membuat anda tampak sukses. Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri dalam menjalani hidupnya. Cobalah tersenyum saat anda melakukan pertemuan dan saat ada janji. Rekan-rekan kerja, sahabat, orang-orang terdekat anda akan merasakan sesuatu yang berbeda.

10. Senyum membuat anda tetap positif. Senyumlah! Lalu sekarang cobalah berpikir sesuatu yang negatif tanpa berhenti tersenyum. Sulitkan? Karena ketika anda tersenyum maka senyum tersebut akan mengirimkan sinyal ke tubuh anda bahwa “hidup anda saat ini baik-baik saja”.

Maka jauhkan diri anda dari depresi, stres dan rasa khawatir dengan satu kata yaitu “senyum”, tentu saja dengan memberikan senyum pada tempat dan suasana yang tepat. Jika berlebihan, maka orang lain akan menganggap anda kurang waras. Satu hal lagi karena dengan tersenyum anda mendapatkan satu nilai shadaqah. Sudahkan anda tersenyum hari ini?

sumber: http://woamu.blogspot.com/2009/08/10-kebaikan-di-balik-senyuman.html

 
Leave a comment

Posted by pada Kamis, 21 Oktober 2010 in Arsip Tulisan

 

42 Fakta Tentang Ayah

1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

4. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

5. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka, karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

6. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu). Tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

7. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan, bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskannya.

8. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantumu mencarinya.

9. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

10. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.

11. Ayah benar-benar senang membantu seseorang…tapi ia sukar meminta bantuan.

12. Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?… .mmmmhhh…”tidak terlalu mengecewakan” ^_~

13. Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

14. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

15. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat bagian sedikitpun dari makanan itu

16. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang (bahkan jarang sekali) mendoakannya.

17. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

18. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

19. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri. Jadi, dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

20. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

22. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…..

23. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…

24. Ia selalu berpikir dan bekerja keras untuk membayar SPP-mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya ….

25. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya di sekeliling beban itu….

26. Ayah akan berkata, “Tanyakan saja pada ibumu”, ketika ia ingin berkata “tidak”

27. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.

28. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok di kamar mandi.

29. Ayah mengatakan “tidak apa-apa mengambil sedikit resiko, asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”

30. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya….

31. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….

32. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meninggalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

33. Ayah tidak suka meneteskan air mata …. ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

34. Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu … ketika kau mimpi akan dibunuh monster!!?…

 35. Tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

36. Ayah pernah berkata, “Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya di pasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah kepada Yang Menciptakannya.”

37. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan, ”Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

38. Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan,” Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak, laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”

39. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….

40. Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…

41. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….

42. Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cinta-Nya, karena dia pun mencintaimu karena cinta-Nya.

sumber http://www.kaskus.us/

 
Leave a comment

Posted by pada Selasa, 19 Oktober 2010 in Arsip Tulisan

 

6 Alasan Orang Untuk Tersenyum

Tersenyumlah dan dunia gembira. Betulkah? Kita memang tidak bisa selamanya memaksakan diri tersenyum, tapi fakta berikut mengenai senyum akan menjelaskan kenapa ia bisa membuat dunia Anda lebih indah.


Senyum Membuat Anda Lebih Baik

Saat merasa sedih atau jatuh, coba tersenyum. Senyum selebar yang Anda bisa. Mungkin terdengar konyol namun ada penjelasan logisnya. Sebuah teori disebut Facial Feedback, hipotesisnya adalah “memaksakan sebuah ekspresi wajah sudah cukup untuk mengarahkan kondisi emosional seseorang”. Jadi sekalipun itu sebuah senyum paksa, cukup ampuh untuk meningkatkan mood.

Senyum Itu Menular

Pernah perhatikan saat Anda senyum pada seseorang, mereka akan tersenyum balik? Berlaku pula sebaliknya. Tersenyum adalah perilaku yang proaktif dan reaksi sosial. Sehingga dunia ikut tersenyum kala Anda senyum.

Senyum Membuat Anda Menakjubkan

Sebuah studi pose wajah menanyakan responden tentang foto orang tersenyum dan foto orang yang diam. Hasilnya foto tersenyum menerima kesan yang positif. Orang yang murah senyum lebih mudah didekati daripada yang pemurung.

Pilihan Untuk Penuaan

Saat tua, Anda memilih kerutan pada dahi karena banyak mengerutkan kening, atau kerutan pada area pipi karena bekas tersenyum? Anda bisa menjawabnya.

Respon Otot

Cobalah untuk tersenyum, lalu mengerutkan dahi. Lalu cobalah tersenyum dan mengerutkan dahi berbarengan. Hal terakhir tidak bisa dilakukan, artinya tersenyum meminimalisir kemampuan fisik untuk mengerutkan dahi.

Berpengaruh Pada Keseluruhan Penampilan

Semakin banyak Anda senyum, semakin positif perasaan Anda dan bagaimana memandang segala situasi. Jadi kebahagiaan mampir bukan karena kebahagiaan itu ada, tapi karena Anda menciptakan kebahagiaan itu.

source: http://wihans.web.id/wp/?p=741

 
Leave a comment

Posted by pada Kamis, 29 Juli 2010 in Arsip Tulisan

 

POHON YANG TUMBANG KARENA CACI MAKI

The Death Tree

Ada salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan, yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebiasaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.

Itulah yang mereka lakukan, dengan tujuan supaya pohon itu mati.

Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari!

Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan demikian, mudahlah ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.

Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati.

PELAJARAN YANG DAPAT DIPETIK

Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini ? O, sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda? Seperti: “Ayo cepat ! Dasar lelet!”, “Bego banget sih! Hitungan mudah begitu aja nggak bisa mengerjakan?”,  ”Jangan main-main di sini! Berisik ! Bising !”

Atau, bisa juga seorang guru berteriak pada anak didiknya: “E, bengal, soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu jadi pinter?”. Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesel: “Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak bakal nyesel. Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu ?”.

Ingatlah ! Setiapkali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, atau terluka, maka  ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini.

Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita.

Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.

Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan? Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak !

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan Anda, selalulah berteriak.

Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.

Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.
source: http://www.tianfukwok.co.cc/2008/04/pohon-yang-kehilangan-rohnya.html (dengan sedikit perubahan)

 
Leave a comment

Posted by pada Kamis, 10 Juni 2010 in Arsip Tulisan

 

Masih Batik

Inilah hasil pekerjaan Membatik Jumput siswa-siswi SDN Blimbing 3
1.
2.
3. 

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Eh, ternyata yang dua terakhir adalah dokumentasi sebagai peserta karnaval topeng pada acara Malang Kembali/Malang Tempo Doeloe 2010.

Bravo Blimbing 3! Jaya! Jaya! Luar Biasa!

 
2 Comments

Posted by pada Rabu, 2 Juni 2010 in Arsip Tulisan

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.