Green School Festival 2014 – Semangat Membara Untuk Mencintai Lingkungan

GSF 1

Sebuah gelaran dari Dinas Pendidikan Kota Malang bekerja sama dengan Radar Malang dan Move Indonesia (Movind) yang dilatarbelakangi atas keprihatinan dengan kondisi Kota Malang yang sudah mulai sesak dengan hutan beton. Sebuah upaya awal yang berkelanjutan untuk mengembalikan Kota Malang menjadi kota berhawa dingin, asri, dan ramah lingkungan. Sesuai dengan motonya, Kota Malang Bermartabat, serta slogan Malang Cerdas, Ceria, dan Cemerlang.

Green School Festival 2014, dengan acara utama Green School Mapping, menyasarkan pada lingkungan pendidikan di kota Malang dengan dasar bahwa generasi muda (siswa-siswi) merupakan roda penggerak yang mampu merubah keadaan saat ini menjadi lebih baik di masa yang akan datang, terutama dalam hal kesadaran peduli lingkungan. Kegiatan yang mampu menanamkan rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan, kerja sama dalam mengelola isu-isu lingkungan, sehingga menumbuhkan rasa cinta dan budaya terhadap pelestarian lingkungan.

Green School Mapping merupakan upaya pemetaan isu-isu lingkungan, yang terdiri dari 9 isu lingkungan, yaitu: 1) energy, 2) sampah, 3) polusi udara, 4) air dan limbah cair, 5) tanah dan kontaminasi kimia, 6) tanaman, 7) resiko, 8) keindahan, dan 9) edukasi, informasi, dan inspirasi. Green School Mapping bukanlah sebuah upaya baru. Namun, terbukti dari gelaran ini para penyelenggara dibuat “takjub” dan “terkesima” oleh semangat, kerja keras, kerja sama, dan hasil yang murni dari tangan-tangan siswa-siswi.

SDN Blimbing 3 Malang merupakan salah satu dari sekitar 200-an sekolah yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini sejalan dengan visi sekolah, yaitu terwujudnya warga sekolah yang berlandaskan iman dan taqwa, cerdas, inovatif, kompetitif, serta berbudaya lingkungan. Dimulai dari workshop, sosialisasi di sekolah, pembentukan tim, perencanaan aksi, pelaksanaan aksi, hingga penjurian diikuti dengan semangat yang membara.

Inilah dokumentasi kami.

1. Sosialisasi dan Pembentukan Tim

Sosialisasi-1 Sosialisasi-2

2. Perencanaan Aksi dan Pemetaan

Pemetaan-1 Pemetaan-2

Pemetaan-3 Pemetaan-4

Mapping-1 Mapping-2

3. Pelaksanaan Aksi

In-Action-1 In-Action-2

In-Action-3 In-Action-4

In-Action-5 In-Action-6

In-Action-7

Itulah secuplik proses pemetaan masalah dan potensi hingga pelaksanaan aksi yang tak akan cukup dimuat dalam blog ini. Berangkat dari permasalahan dan potensi yang ada di lingkungan sekolah, muncullah ide brillian dari otak kecil yang sedang berkembang, hingga singsingan lengan baju dan tapak kaki kecil yang berupaya dengan sadar untuk peduli lingkungan. Proses ini tidak hanya berhenti hingga pengumuman hasil penjurian atau hari ini, namun berlanjut hingga ke generasi selanjutnya.

SANTUN DALAM PEKERTI, UNGGUL DALAM PRESTASI

SDN Blimbing 3! Jaya, jaya, jaya, luaaar biasaaa!

Salam Lestari! Malang Hijau!

PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU 2014/2015 (PPDB 2014)

Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2014/2015 SDN Blimbing 3 Malang

Informasi Umum:

1. Persyaratan

a. Asli dan Fotokopi Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga

b. Fotokopi STTB TK/RA/BA (menunjukkan asli) bagi yang mempunyai

c. Fotokopi Piagam Penghargaan Prestasi bagi yang mempunyai

d. Usia maksimal 12 tahun pada tanggal 1 Juli 2014

 

2. Waktu Pendaftaran dan Seleksi

a. Pendaftaran : 1 s/d 2 Juli 2014

b. Seleksi : 1 s/d 2 Juli 2014

c. Model seleksi Administratif dan Wawancara

 

3. Pengumuman dan Daftar Ulang

Tanggal 3 Juli 2014

 

Informasi Lengkap:

(monggo diunduh)

Brosur PPDB 2014-revisi 2

Catatan: Apabila ada perubahan akan diumumkan secepatnya

 

Makna Motto Provinsi Jawa Timur

logojatim-color

Jer artinya “agar“, Basuki bermakna “bahagia, sejahtera“, Mawa berarti  “dengan“, dan Bea adalah “biaya“. Jadi secara keseluruhan nasihat di atas bermakna: untuk mencapai sesuatu maka orang harus mau berkorban”.  Sesuatu dapat berwujud apa saja, termasuk kebahagiaan, kesejateraan, kesehatan, pendidikan, jabatan dan sebagainya.

Pada umumnya orang sudah mengetahui prinsip hidup jer basuki mawa bea, tetapi dalam banyak hal tidak melaksanakan dengan sungguh-sungguh. Mereka mengatakan bahwa mereka sudah berusaha, tetapi kenyataannya tidak mau berkorban. Berkorban itu banyak wujudnya. Bisa berwujud waktu, dana, kerja keras, keuletan, kegigihan, kesabaran, penderitaan, dan mungkin juga korban perasaaan dan kekecewaan.

Banyak orang tidak berpikiran terbuka (open minded). Orang Jawa menyebut orang yang tidak open minded dengan istilah gugu karepe dhewe atau hanya mendengar dirinya sendiri, alias tidak mau mendengar pendapat orang lain. Orang yang tidak mau mendengar pendapat orang lain itu disebabkan karena takut dikira tidak pandai atau tidak mampu. Nah, orang yang demikian ini tidak bersedia berkorban dalam proses mencapai tujuannya.  Padahal mendengar tidak berarti harus setuju dan menurut saja. Yang penting kita bersedia mendengar dulu dan untuk itu kita perlu menyingkirkan ego kita sebagai pengorbanan. 

Banyak orang tidak bersedia kerja keras, bukan karena malas tetapi karena berwatak “perhitungan”. Orang yang berwatak perhitungan senang berucap “Mengapa harus berkerja  keras kalau gajinya sama saja”. Orang yang bersikap semacam ini jelas tidak memiliki cita-cita atau impian untuk menjadi orang yang berguna.  Hidupnya dibingkai dari satu hari ke hari yang lain. Orang semacam ini mempunyai harga diri (self esteem) yang rendah karena tidak bersedia membayar ongkos untuk menjadi orang yang berguna.

Kalau kita menghayati prinsip hidup ‘jer basuki mawa bea’ maka dengan sendirinya kita akan menjadi orang yang sabar, tekun, gigih dan ulet dalam mengerjakan sesuatu atau berusaha mencapai sesuatu. Setiap kali merasa putuh asa atau frustrasi dalam proses mencapai sesuatu dan ingat akan prinsip ‘jer basuki mawa bea’, maka kita akan bersemangat kembali.  Kesulitan, kendala, halangan, waktu, dan segala yang kita korbankan itu adalah sekedar ongkos.

Sikap ‘jer basuki mawa bea’ dapat memotivasi diri kita untuk meyakini keberhasilan. Orang bijak mengatakan bahwa keberhasilan itu ada dibalik kegagalan. Artinya, kegagalan itu juga adalah ongkos untuk mendapatkan keberhasilan.

Secara spiritual, sikap ‘jer basuki mawa bea’ merupakan perwujudan dari keimanan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Apa yang dikatakan orang awam bahwa ‘putus asa adalah dosa’ ada benarnya juga. Dalam setiap upaya kita harus menyakini bahwa keberhasilan merupakan ketentuan dari Tuhan. Namun, Tuhan tidak akan menetapkan keberhasilan kalau kita tidak bersedia membayar ongkos berupa pengorbanan.

Apakah pengorbanan itu identik dengan penderitaan? Tidak harus demikian kalau kita mempunyai kesadaran bahwa pengorbanan itu merupakan ongkos yang memang harus kita bayar (tebus) untuk mencapai kebahagiaan. Kebahagiaan itulah yang menjadi tujuan. Istilah penderitaan bisa diartikan sebagai “proses”: pendewasaan diri, pematangan emosi, pengendalian sikap dan perilaku, serta kontinuitas usaha, sabar, dan ikhlas.

Sumber 1; Sumber 2

Sosialisasi Visi, Misi, Tujuan, dan Logo SDN Blimbing 3 (2014-2015)

Sejalan dengan perkembangan kurikulum dan program sekolah, maka diperlukan pembaruan konsep pengelolaan sekolah untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Oleh karena itu, perlu disosialisasikan mengenai perubahan visi, misi, tujuan dan logo SDN Blimbing 3 yang terbaru sebagai berikut:

A.    Visi Sekolah

Visi SDN Blimbing 3 Malang adalah terwujudnya warga sekolah yang berlandaskan iman dan taqwa, cerdas, inovatif, kompetitif, serta berbudaya lingkungan.

B.     Misi Sekolah

Misi yang diemban oleh SDN Blimbing 3 adalah sebagai berikut.

  1. Mengembangkan dasar-dasar berbudi pekerti luhur sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Menerapkan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) yang mengembangkan kecerdasan intelektual, sosial, dan emosional.
  3. Membudayakan sikap santun pada seluruh warga sekolah.
  4. Mengantarkan lulusan untuk mampu bersaing di jenjang sekolah yang lebih tinggi.
  5. Membudayakan warga sekolah untuk aktif dalam kegiatan perlindungan, pelestarian, dan pencegahan perusakan lingkungan dan sumber daya alam.

C.    Tujuan Sekolah

            Tujuan yang ingin dicapai SDN Blimbing 3 adalah sebagai berikut:

  1. Menanamkan dan mengejawantahkan dasar-dasar berbudi pekerti luhur sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Melaksanakan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) dalam proses kegiatan belajar mengajar untuk mengembangkan kecerdasan intelektual, sosial, dan emosional.
  3. Terwujudnya budaya sikap santun pada seluruh warga sekolah.
  4. Membentuk pola pikir dan keterampilan sehingga menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di jenjang sekolah yang lebih tinggi.
  5. Terwujudnya budaya warga sekolah untuk aktif dalam kegiatan perlindungan, pelestarian, dan pencegahan perusakan lingkungan dan sumber daya alam.

D.    Moto Sekolah

Motto SDN Blimbing 3 Malang adalah SANTUN DALAM  PEKERTI, UNGGUL DALAM PRESTASI”.

LOGO 2013-REVISI BARU FIX

E.    Logo dan Arti Logo Sekolah

1.    Bentuk Lingkaran

Memiliki arti kejayaan dan kesinambungan, serta diartikan bahwa siswa mempunyai potensi tidak terbatas yang harus dijayakan.

2.    Garis Tepi Lingkaran Warna Emas

Berarti keagungan dan keluhuran pengabdian yang berkesinambungan

3.    Warna Dasar Biru Muda

Berarti pengabdian yang tak kunjung putus dengan memiliki pandangan hidup yang mendalam (pandangan hidup pancasila).

4.    Buku Dan Pena

Pena dan Buku, berkaitan dengan membaca dan menulis sebagai simbol pendidikan. Buku merupakan sumber bagi segala ilmu yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

5.    Bintang Warna Kuning

Melambangkan dasar falsafah Pancasila yang menjadi cahaya bagi kehidupan sekolah yang berlandaskan penghayatan dan pengamalan nilai keTuhanan.

6.    Roda Dengan 4 Gerigi

Berarti Kerja keras guru, karyawan, siswa dan masyarakat untuk mencapai cita-cita sekolah

7.    Tinta Dan Tulisan Warna Putih

Berarti suci, bersih tanpa pamrih.

8.    Tulisan SDN Blimbing 3 Malang Dalam Bingkai Warna Merah

Warna merah bermakna keberanian, kekuatan, dan cinta.

9.    Pita Warna Merah Bertuliskan Moto Sekolah “Santun Dalam Pekerti Unggul Dalam Prestasi”

Warna merah bermakna keberanian, kekuatan, dan cinta.

10.  Sayap lima helai berpasangan berwarna biru

A. Sayap

- Sayap yang berjumlah lima helai berpasangan, melambangkan pengembangan intelektual yang berwawasan Humaniora dengan prinsip bahwa manusia adalah faktor yang paling menentukan.

- Sayap adalah lambang yang akan membawa pemiliknya ke tingkat yang lebih tinggi demi kemajuan dan kebudayaan

      B. Jumlah Lima

Bilangan lima berarti berani dan pantang menyerah.

      C. Warna Biru

Warna Biru, arti warna Biru adalah warna yang aman untuk digunakan. Hal ini terkait dengan kepercayaan, kejujuran dan ketergantungan, sehingga membantu untuk membangun loyalitas pelanggan. Biru juga menunjukkan kepercayaan diri, kehandalan dan tanggung jawab. Hal ini terkait dengan komunikasi personal daripada komunikasi massa. Ini menginspirasi kebijaksanaan dan cita-cita yang lebih tinggi, tetapi juga konservatif dan dapat diprediksi.

       Secara psikologis warna biru menenangkan, mengurangi ketegangan dan ketakutan. Ini memperlambat denyut nadi dan mengurangi nafsu makan. Menjadi warna dingin menciptakan sensasi ruang. Biru menambah kekuatan dan kesatuan, dan terapi untuk pikiran dan tubuh. Ini membawa harmoni kata yang diucapkan.

 — o0o —

Penerimaan Siswa Baru

Spanduk PSB 2013

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.