Makna Motto Provinsi Jawa Timur

logojatim-color

Jer artinya “agar“, Basuki bermakna “bahagia, sejahtera“, Mawa berarti  “dengan“, dan Bea adalah “biaya“. Jadi secara keseluruhan nasihat di atas bermakna: untuk mencapai sesuatu maka orang harus mau berkorban”.  Sesuatu dapat berwujud apa saja, termasuk kebahagiaan, kesejateraan, kesehatan, pendidikan, jabatan dan sebagainya.

Pada umumnya orang sudah mengetahui prinsip hidup jer basuki mawa bea, tetapi dalam banyak hal tidak melaksanakan dengan sungguh-sungguh. Mereka mengatakan bahwa mereka sudah berusaha, tetapi kenyataannya tidak mau berkorban. Berkorban itu banyak wujudnya. Bisa berwujud waktu, dana, kerja keras, keuletan, kegigihan, kesabaran, penderitaan, dan mungkin juga korban perasaaan dan kekecewaan.

Banyak orang tidak berpikiran terbuka (open minded). Orang Jawa menyebut orang yang tidak open minded dengan istilah gugu karepe dhewe atau hanya mendengar dirinya sendiri, alias tidak mau mendengar pendapat orang lain. Orang yang tidak mau mendengar pendapat orang lain itu disebabkan karena takut dikira tidak pandai atau tidak mampu. Nah, orang yang demikian ini tidak bersedia berkorban dalam proses mencapai tujuannya.  Padahal mendengar tidak berarti harus setuju dan menurut saja. Yang penting kita bersedia mendengar dulu dan untuk itu kita perlu menyingkirkan ego kita sebagai pengorbanan. 

Banyak orang tidak bersedia kerja keras, bukan karena malas tetapi karena berwatak “perhitungan”. Orang yang berwatak perhitungan senang berucap “Mengapa harus berkerja  keras kalau gajinya sama saja”. Orang yang bersikap semacam ini jelas tidak memiliki cita-cita atau impian untuk menjadi orang yang berguna.  Hidupnya dibingkai dari satu hari ke hari yang lain. Orang semacam ini mempunyai harga diri (self esteem) yang rendah karena tidak bersedia membayar ongkos untuk menjadi orang yang berguna.

Kalau kita menghayati prinsip hidup ‘jer basuki mawa bea’ maka dengan sendirinya kita akan menjadi orang yang sabar, tekun, gigih dan ulet dalam mengerjakan sesuatu atau berusaha mencapai sesuatu. Setiap kali merasa putuh asa atau frustrasi dalam proses mencapai sesuatu dan ingat akan prinsip ‘jer basuki mawa bea’, maka kita akan bersemangat kembali.  Kesulitan, kendala, halangan, waktu, dan segala yang kita korbankan itu adalah sekedar ongkos.

Sikap ‘jer basuki mawa bea’ dapat memotivasi diri kita untuk meyakini keberhasilan. Orang bijak mengatakan bahwa keberhasilan itu ada dibalik kegagalan. Artinya, kegagalan itu juga adalah ongkos untuk mendapatkan keberhasilan.

Secara spiritual, sikap ‘jer basuki mawa bea’ merupakan perwujudan dari keimanan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Apa yang dikatakan orang awam bahwa ‘putus asa adalah dosa’ ada benarnya juga. Dalam setiap upaya kita harus menyakini bahwa keberhasilan merupakan ketentuan dari Tuhan. Namun, Tuhan tidak akan menetapkan keberhasilan kalau kita tidak bersedia membayar ongkos berupa pengorbanan.

Apakah pengorbanan itu identik dengan penderitaan? Tidak harus demikian kalau kita mempunyai kesadaran bahwa pengorbanan itu merupakan ongkos yang memang harus kita bayar (tebus) untuk mencapai kebahagiaan. Kebahagiaan itulah yang menjadi tujuan. Istilah penderitaan bisa diartikan sebagai “proses”: pendewasaan diri, pematangan emosi, pengendalian sikap dan perilaku, serta kontinuitas usaha, sabar, dan ikhlas.

Sumber 1; Sumber 2

Sosialisasi Visi, Misi, Tujuan, dan Logo SDN Blimbing 3

Sejalan dengan perkembangan kurikulum dan program sekolah, maka diperlukan pembaruan konsep pengelolaan sekolah untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Oleh karena itu, perlu disosialisasikan mengenai perubahan visi, misi, tujuan dan logo SDN Blimbing 3 yang terbaru sebagai berikut:

A.    Visi Sekolah

Visi SDN Blimbing 3 Malang adalah menjadi sekolah sebagai tempat tumbuh kembang peserta didik yang cerdas, inovatif, berbudaya, kompetitif dan ramah lingkungan, berlandaskan iman dan takwa.

B.     Misi Sekolah

Misi yang diemban oleh SDN Blimbing 3 adalah sebagai berikut.

  1. Mengembangkan dasar-dasar berbudi pekerti luhur sebagai manusia yang beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Menerapkan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan), yang mengembangkan kecerdasan intelektual, sosial, dan emosional.
  3. Membudayakan sikap santun pada seluruh warga sekolah.
  4. Mengantarkan lulusan untuk mampu bersaing di jenjang sekolah yang lebih tinggi.
  5. Mengembangkan sekolah kondusif sebagai sumber belajar yang sehat dan berbudaya lingkungan.

C.    Tujuan Sekolah

            Tujuan yang ingin dicapai SDN Blimbing 3 adalah sebagai berikut:

  1. Dapat mengembangkan dasar-dasar berbudi pekerti luhur sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Dapat menerapkan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan), yang mengembangkan kecerdasan intelektual, sosial, dan emosional.
  3. Dapat membudayakan sikap santun pada seluruh warga sekolah.
  4. Dapat mengantarkan lulusan untuk mampu bersaing di jenjang sekolah yang lebih tinggi.
  5. Dapat mengembangkan sekolah kondusif sebagai sumber belajar yang sehat dan berbudaya lingkungan.

D.    Moto Sekolah

Motto SDN Blimbing 3 Malang adalah SANTUN DALAM  PEKERTI, UNGGUL DALAM PRESTASI”.

LOGO 2013-REVISI BARU FIX

E.    Logo dan Arti Logo Sekolah

1.    Bentuk Lingkaran

Memiliki arti kejayaan dan kesinambungan, serta diartikan bahwa siswa mempunyai potensi tidak terbatas yang harus dijayakan.

2.    Garis Tepi Lingkaran Warna Emas

Berarti keagungan dan keluhuran pengabdian yang berkesinambungan

3.    Warna Dasar Biru Muda

Berarti pengabdian yang tak kunjung putus dengan memiliki pandangan hidup yang mendalam (pandangan hidup pancasila).

4.    Buku Dan Pena

Pena dan Buku, berkaitan dengan membaca dan menulis sebagai simbol pendidikan. Buku merupakan sumber bagi segala ilmu yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

5.    Bintang Warna Kuning

Melambangkan dasar falsafah Pancasila yang menjadi cahaya bagi kehidupan sekolah yang berlandaskan penghayatan dan pengamalan nilai keTuhanan.

6.    Roda Dengan 4 Gerigi

Berarti Kerja keras guru, karyawan, siswa dan masyarakat untuk mencapai cita-cita sekolah

7.    Tinta Dan Tulisan Warna Putih

Berarti suci, bersih tanpa pamrih.

8.    Tulisan SDN Blimbing 3 Malang Dalam Bingkai Warna Merah

Warna merah bermakna keberanian, kekuatan, dan cinta.

9.    Pita Warna Merah Bertuliskan Moto Sekolah “Santun Dalam Pekerti Unggul Dalam Prestasi”

Warna merah bermakna keberanian, kekuatan, dan cinta.

10.  Sayap lima helai berpasangan berwarna biru

A. Sayap

- Sayap yang berjumlah lima helai berpasangan, melambangkan pengembangan intelektual yang berwawasan Humaniora dengan prinsip bahwa manusia adalah faktor yang paling menentukan.

- Sayap adalah lambang yang akan membawa pemiliknya ke tingkat yang lebih tinggi demi kemajuan dan kebudayaan

      B. Jumlah Lima

Bilangan lima berarti berani dan pantang menyerah.

      C. Warna Biru

Warna Biru, arti warna Biru adalah warna yang aman untuk digunakan. Hal ini terkait dengan kepercayaan, kejujuran dan ketergantungan, sehingga membantu untuk membangun loyalitas pelanggan. Biru juga menunjukkan kepercayaan diri, kehandalan dan tanggung jawab. Hal ini terkait dengan komunikasi personal daripada komunikasi massa. Ini menginspirasi kebijaksanaan dan cita-cita yang lebih tinggi, tetapi juga konservatif dan dapat diprediksi.

       Secara psikologis warna biru menenangkan, mengurangi ketegangan dan ketakutan. Ini memperlambat denyut nadi dan mengurangi nafsu makan. Menjadi warna dingin menciptakan sensasi ruang. Biru menambah kekuatan dan kesatuan, dan terapi untuk pikiran dan tubuh. Ini membawa harmoni kata yang diucapkan.

— o0o —

Penerimaan Siswa Baru

Spanduk PSB 2013

Pelepasan Siswa Kelas 6

Minggu, 16 Juni 2013, SDN Blimbing 3 melaksanakan pelepasan kembali siswa kelas 6 kepada orang tuanya. Para siswa tersebut merupakan seluruh siswa yang telah menyelesaikan proses belajar di SDN Blimbing 3 dan juga lulus dari ujian nasional tahun ini. Sejumlah 92 orang siswa berikut orang tuanya tampak khidmat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang bertajuk “Purnawiyata Siswa SDN Blimbing 3 Malang Tahun 2013 ini”. Turut hadir pada acara ini segenap dewan guru dan karyawan beserta anggota komite SDN Blimbing 3 Malang.

Tahun ini siswa SDN Blimbing 3 lulus 100 % dengan jumlah siswa peraih nilai mutlak (nilai 10) Ujian Sekolah dan Ujian Nasional mencapai ± 50an anak. Nilai tertinggi ujian nasional diraih oleh siswi yang bernama Maghfira Rahma Azzizah dengan jumlah nilai UN mencapai 29,55. Sedangkan nilai rata-rata UN SDN Blimbing 3 tahun ini adalah 27,23 dan hal ini menempatkan SDN Blimbing 3 dalam 5 besar rata-rata UN SD negeri se-Kota Malang.

Dalam sambutannya, Kepala SDN Blimbing 3 Malang mengucapkan banyak terima kasih kepada segenap orang tua siswa kelas 6 yang telah banyak membantu program SDN Blimbing 3 selama putra-putrinya bersekolah di SDN Blimbing 3. Tak lupa kepada segenap siswa kelas 6 diberikan ucapan selamat atas kelulusannya dan juga selamat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.  Acara ini juga dimeriahkan dengan tari barong cetik dan juga gending jawa oleh Tim “LAMPAH SEKAR”, tim karawitan SDN Blimbing 3 Malang. Pada kesempatan ini pula diserahkan kenang-kenangan dari paguyuban orang tua siswa kelas 6 kepada sekolah dan masing-masing guru dan karyawan SDN Blimbing 3. Tidak ketinggalan penghargaan untuk siswa-siswa peraih nilai 10 dan 10 besar ujian nasional.

This slideshow requires JavaScript.

Dokumentasi Kegiatan

PENYAJI TERBAIK

Selasa, 21 Mei 2013, SDN Blimbing 3 kembali menorehkan prestasi dan mengharumkan nama  Kota Malang. Kali ini datang dari bidang seni. Tim Karawitan SDN Blimbing 3 yang bernama “LAMPAH SEKAR” berhasil menjadi Penyaji Terbaik Tk. Provinsi pada Festival Musik Tradisi yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur dalam rangka Hari Anak Nasional 2013. Tim dengan pelatih Bpk. Sumantri ini berhasil menyisihkan 33 tim peserta lainnya yang merupakan perwakilan dari masing-masing kota/kabupaten se-Jawa Timur.  Di bawah binaan Kepala SDN Blimbing 3, tim guru dan arahan dari Dinas Pendidikan Kota Malang, tim “Lampah Sekar” mampu menyajikan penampilan terbaiknya dengan cukup memuaskan. Bahkan Cahyo Yuda Pradana, pengendang tim, juga berhasil menjadi Pamurba Irama (Pengendang) terbaik (non rangking) beserta 2 pengendang kota/kabupaten lainnya. Alhasil berkat upaya yang dilaksanakan, Tim tersebut pulang kembali ke Kota Malang dengan memboyong 2 penghargaan yang menambah daftar prestasi Kota Malang sebagai Kota Pendidikan.

BANNER SELAMAT KEPADA PEMENANG 2

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.