Penerimaan Siswa Baru 2008-2009

PENGUMUMAN

PENDAFTARAN SISWA BARU

TAHUN PELAJARAN 2008 - 2009

SD NEGERI BLIMBING 3

KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG

 

I. PENGAMBILAN DAN PENGEMBALIAN FORMULIR

1. PENGAMBILAN Formulir    : Selasa, 1 Juli 2008

                                                 Pukul 07.30 s/d 12.00 WIB

2. PENGEMBALIAN Formulir  : Selasa, 1 Juli 2008

                                                 Pukul 08.00 s/d 13.00 WIB

 

II. PERSYARATAN

1. Usia pada bulan Juli 2008 minimal 6 tahun 0 bulan

2. Mengisi formulir yang disediakan dan dikembalikan dengan dilampiri :

a. Foto copy Akte / Surat Keterangan Kelahiran

b. Foto copy Kartu Keluarga

c. Foto Copy STTB TK (apabila ada)

3. Formulir dan lampiran dimasukkan ke dalam map warna :

a. Biru                 : untuk laki-laki

b. Merah             : untuk perempuan

4. Pada sampul depan ditempeli lembar data yang telah diisi: No. Pendaftaran, Nama Calon Siswa, Tanggal Lahir/Umur, Asal TK, dan Alamat.

5. Biaya pendaftaran : G R A T I S

 

III. SELEKSI

Dilaksanakan pada hari : Rabu, 2 Juli 2008

 

IV. JADWAL SELEKSI

1. Waktu             

Pukul : 07.30 – 08.30           : untuk No. Pendaftaran        : 001 – 045

Pukul : 08.30 – 09.30           : untuk No. Pendaftaran        : 045 – 090

Pukul : 09.30 – 10.30           : untuk No. Pendaftaran        : 091 – 135

Pukul : 10.30 – 11.30           : untuk No. Pendaftaran        : 136 – 180

Pukul : 11.30 – 12.30           : ISTIRAHAT

Pukul : 13.00 – 14.00           : untuk No. Pendaftaran        : 180 – 225

Pukul : 14.00 – 15.00           : untuk No. Pendaftaran        : 225 – 270 / dst

2. Pakaian : bebas, rapi, dan bersepatu.

3. Nomor Peserta ditempelkan / dipasang di dada sebelah kiri.

 

V. PENGUMUMAN HASIL SELEKSI

Hari Kamis, 3 Juli 2008      Pukul : 08.00 WIB

 

Panitia PSB

SDN Blimbing 3 Malang

Tahun Pelajaran 2008/2009

Add comment Jumat, 20 Juni, 2008

LIGHTING (TATA CAHAYA PEMENTASAN)

 

Oleh: Inamullah El Rahmani

Editor: Muh. Lailaussarif

 

I. Pengertian

            Salah satu unsur penting dalam pementasan teater adalah tata cahaya atau lighting. Lighting adalah penataan peralatan pencahayaan, dalam hal ini adalah untuk untuk menerangi panggung untuk mendukung sebuah pementasan. Sebab, tanpa adanya cahaya, maka pementasan tidak akan terlihat.  Secara umum itulah fungsi dari tata cahaya. Dalam teater, lighting terbagi menjadi dua yaitu:

  1. Lighting sebagai penerangan. Yaitu fungsi lighting yang hanya sebatas menerangi panggung beserta unsur-unsurnya serta pementasan dapat terlihat.
  2. Lighting sebagai pencahayaan. Yaitu fungsu lighting sebagai unsur artisitik pementasan.  Yang satu ini, bermanfaat untuk membentuk dan mendukung suasana sesuai dengan tuntutan naskah.

 

II. Unsur-unsur dalam lighting.

            Dalam tata cahaya ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan, antara lain :

  1. Tersedianya peralatan dan perlengkapan. Yaitu tersedianya cukup lampu, kabel, holder dan beberapa peralatan yang berhubungan dengan lighting dan listrik. Tidak ada standard yang pasti seberapa banyak perlengkapan tersebut, semuanya bergantung dari kebutuhan naskah yang akan dipentaskan.
  2. Tata letak dan titik fokus. Tata letak adalah penempatan lampu sedangkan titik fokus adalah daerah jatuhnya cahaya. Pada umumnya, penempatan lampu dalam pementasan adalah di atas dan dari arah depan panggung, sehingga titik fokus tepat berada di daerah panggung. Dalam teorinya, sudut penempatan dan titk fokus yang paling efektif adalah 450 di atas panggung. Namun semuanya itu sekali lagi bergantung dari kebutuhan naskah. Teori lain mengatakan idealnya, lighiting dalam sebuah pementasan (apapun jenis pementasan itu) tatacahaya harus menerangi setiap bagian dari panggung, yaitu dari arah depan, dan belakang, atas dan bawah, kiri dan kanan, serta bagian tengah.
  3. Keseimbangan warna. Maksudnya adalah keserasian penggunaan warna cahaya yang dibutuhkan. Hal ini berarti, lightingman harus memiliki pengetahuan tentang warna.
  4. Penguasaan alat dan perlengkapan. Artinya lightingman harus memiliki pemahaman mengenai sifat karakter cahaya dari perlengkapan tata cahaya.  Tata cahaya sangat berhubungan dengan listrik, maka anda harus berhati-hati jika sedang bertugas menjadi light setter atau penata cahaya.
  5. Pemahaman naskah. Artinya lightingman harus paham mengenai naskah yang akan dipentaskan. Selain itu, juga harus memahami maksud dan jalan pikiran sutradara sebagai ‘penguasa tertinggi’ dalam pementasan.

Dalam sebuah pementasan, semua orang memiliki peran yang sama pentingnya antara satu dengan lainnya. Jika salah satu bagian terganggu, maka akan mengganggu jalannya proses produksi secara keseluruhan. Begitu pula dengan “tukang tata cahaya’. Dia juga menjadi bagian penting selain sutradara dan aktor, disamping make up, stage manager, dan unsur lainnya. Dengan kata lain, lightingman juga harus memiliki disiplin yang sama dengan semua pendukung pementasan.

Dari paparan di atas, semuanya dapat dicapai dengan belajar mengenai tata cahaya dan unsur pendukung lainnya.

 

III. Istilah dalam tata cahaya.

1.      lampu: sumber cahaya, ada bermacam, macam tipe, seperti par 38, halogen, spot, follow light, focus light,  dll.

2.      holder: dudukan lampu.

3.      kabel: penghantar listrik.

4.      dimmer: piranti untuk mengatur intensitas cahaya.

5.      main light: cahaya yang berfungsi untuk menerangi panggung secara keseluruhan.

6.      foot light: lampu untuk menerangi bagian bawah panggung.

7.      wing light: lampu untuk menerangi bagian sisi panggung.

8.      front light: lampu untuk menerangi panggung dari arah depan.

9.      back light: lampu untuk menerangi bagian belakang panggung, biasanya ditempatkan di panggung bagian belakang.

10. silouet light: lampu untuk membentuk siluet pada backdrop.

11. upper light: lampu untuk menerang bagian tengah panggung, biasanya ditempatkan tepat di atas panggung.

12. tools: peralatan pendukung tata cahaya, misalnya circuit breaker (sekring), tang, gunting, isolator, solder, palu, tespen, cutter, avometer, saklar, stopcontact, jumper, dll.

13. seri light, lampu yang diinstalasi secara seri atau sendiri-sendiri. (1 channel 1 lampu)

14. paralel light, lampu yang diinstalasi secara paralel (1 channel beberapa lampu).

 

Seperti yang telah di ungkapkan di atas, secara sederhana hal-hal tersebut adalah yang pada umumnya harus diketahui oleh lightingman, selanjutnya baik tidaknya tatacahaya bergantung pada pemahaman, pengalaman dan kreatifitas dari lightingman. Intinya, jika ingin menjadi ‘lightingman sejati’,  Anda harus banyak belajar dan mencoba (trial and error).

 

ASAS-ASAS PENATAAN CAHAYA

Kursus ini meninjau cahaya dari segi teori dan manfaat mencahayakan suatu pementasan. Tumpuan diberikan terhadap hal-hal berikut:

  Fungsi dan kualitas cahaya

  Aspek rekabentuk dalam cahaya

  Asas elektrik; mengenali bentuk-bentuk seri dan paralel serta menggunakan undang-undang Ohm untuk menyelesaikan masalah tentang arus, rintangan, voltan dan tenaga.

  Aspek optik – iaitu aspek pantulan dan pembiasan cahaya di dalam berbagai permukaan jenis reflektor dan ciri-cirinya tentang pembiasan cahaya.

  Jenis dan fungsi lampu yang digunakan di dalam teater

  Kegunaan warna di dalam pementasan teori warna dan pengawalan warna

  Sistem pemalap [dimmer system] – manual dan memory

  Mencipta ‘light plot’ dan membentuk ‘lighting cues’

 

10 TRIK APLIKASI WARNA

1.         Aplikasi warna cerah pada salah satu elemen luar, misalnya untuk warna merah bata pada pagar, menjadi aksen untuk keseluruhan rumah.

2.         Warna netral untuk fasad bangunan lebih baik, tapi jika ingin menggunakan wana cerah, aplikasikan hanya pada satu bidang.

3.         Perpaduan warna cokelat dengan hijau dapat membuat atmosfer ruang menjadi lebih tenang.

4.         Abu-abu muda serta hijau kecokelatan mampu menghadirkan kecerahan dalam ruangan.

5.         Pada warna ruangan yang terlihat monoton, tambahkan cahaya buatan agar ruangan lebih “hidup”.

6.         Warna-warna lembut dan cahaya buatan yang temaram dapat memberikan kehangatan dan keakraban suasana pada ruang keluarga dan kamar tidur.

7.         Permainan dinding dengan warna natural akan membuat ruangan lebih luas.

8.         Warna dinding natural yang berbeda-beda pada setiap ruang akan menciptakan suasana yang berbeda pula untuk masing-masing ruang tersebut.

9.         Pagar merah bata, dinding abu-abu tua, dan dinding abu kecokelatan membuat tampilan rumah lebih dinamis.

10.    Untuk menghilangkan kesan gelap di kamar mandi, gunakan keramik warna krem pada dinding dan putih pada lantai.

Unsur dekor juga memanfaatkan cahaya untuk membantu suasana tertentu. Misalnya, cahaya terang menyiratkan siang hari, atau cahaya berwarna biru menyiratkan suasana malam hari. Cahaya berwarna juga digunakan untuk memberi aksentuasi pada adegan atau tokoh tertentu.

 

—- SELAMAT MENCOBA —-

 

 (Sorry, Nam. Diklatnya sudah selesai, tapi materimu barusan masuk emailku. Jadi aku terbitkan saja supaya berguna bagi siapa saja. Ok?

 

Add comment Senin, 12 Mei, 2008

5 DASAR ASUMSI SEKOLAH YANG EFEKTIF

td-4.jpg    

Pertama, mari kita memperhatikan lima asumsi dasar yang mendasari konsep dari sekolah yang efektif:
1. Hal-Hal lain yang sekolah perlu lakukan, tujuan pusat nya adalah untuk mengajar: sukses diukur oleh kemajuan siswa di dalam pengetahuan, ketrampilan, dan sikap;
2. Sekolah bertanggung jawab atas menyediakan keseluruhan lingkungan di mana mengajar dan pelajaran terjadi;
3. Sekolah harus diperlakukan secara menyeluruh: usaha parsial untuk membuat peningkatan yang berhadapan dengan terpaksa dari hanya sebagian dari para siswa dan memisahkan kesatuan dari program interpensi adalah mungkin gagal;
4. Karakteristik paling rumit dari suatu sekolah adalah sikap dan perilaku dari para guru dan staff yang lain, bukan berbagai hal material seperti ukuran tentang perpustakaannya atau umur dari gedung-gedung;
5. Barangkali paling utama, sekolah menerima tanggung jawab untuk sukses atau kegagalan dari capaian yang akademis dari para siswa itu. Para Siswa adalah dengan kuat dihormati sebagai yang mampu terpelajar dengan mengabaikan ethnis mereka, jenis kelamin, rumah atau latar belakang budaya, atau pendapatan keluarga. “Para Murid dari keluarga-keluarga yang miskin tidak memerlukan suatu kurikulum yang berbeda, atau pun melakukan kemiskinan mereka memanfaatkan kegagalan untuk belajar ketrampilan dasar,” Stewart Purkey dan Marshall Smith menyatakan, menambahkan, ” Perbedaan antar sekolah yang dilakukan mempunyai suatu dampak pada prestasi siswa, dan perbedaan itu adalah yang dapat diawasi oleh sekolah secara terorganisir.”
Seperti itu, putaran konsep sekolah yang efektif 180 gelar dari pikiran bidang pendidikan tradisional yang menuju ke salah satu tujuan, yakni siswa, untuk prestasi yang akademis rendah. Meskipun demikian salah satu dari karakteristik yang terkemuka dari sekolah yang efektif adalah bahwa mereka mengira tanggung jawab pertemuan dibidang pendidikan terpaksa dari para siswa persis sama benar derajat tingkat yang lebih besar dibanding rekan pendamping mereka, ini adalah namun suatu konsep yang banyak praktisi di bidang pendidikan temukan sukar untuk menerima. Terutama dalam sekolah itu nampaknya meliputi, sebanyak bagian tertua suatu kota dan tidak sedikit sekolah yang di pinggiran kota adalah, dengan anak-anak yang miskin, anak-anak dari latar belakang budaya berbeda, dan anak-anak dari keluarga non tradisional, bukanlah mudah untuk memusatkan tanggung jawab untuk motivasi dan prestasi dari para siswa dengan diam-diam para siswa atau di luar itu sekolah itu. Meskipun demikian, ini adalah pelajaran yang penting dari pengembangan sekolah yang efektif.

Pencarian suatu rumusan sekolah yang efektif
Awal riset sekolah yang efektif adalah dengan cepat digunakan seperti basis untuk mengembangkan program untuk meningkat;kan capaian dari sekolah. sebagian dari awal mempopulerkan dari sekolah efektif yang penafsiran riset ditekankan dari suatu agak sederhana lima rumusan. Sekolah yang efektif, dengan pendekatan karakteristik sebagai berikut:
· Kepemimpinan yang kuat paling utama,
· Harapan tinggi untuk prestasi siswa pada pihak sekolah, guru dan anggota staff,
· Suatu penekanan pada ketrampilan dasar,
· Suatu lingkungan yang rapi, indah dan aman serta terkendali
· Evaluasi yang sistematis dan sering dilakukan pada siswa, dan
· Waktu yang ditingkatkan pada tugas proses belajar mengajar.

Munculnya Pendekatan Ke Sekolah Yang Efektif
Purkey And Smith sudah mengenali tigabelas karakteristik dari sekolah yang efektif dari melaporkan penelitian..63 Yang mereka masuk ke dua kelompok Yang pertama kelompok sembilan karakteristik dapat diterapkan dengan cepat pada biaya yang minimal oleh tindakan yang administratif. Mereka adalah:

1. Kekuatan manajemen sekolah dan pengambilan keputusan yang demokratis, di mana sekolah didukung untuk bertanggung jawab lebih besar , dan diberi tugas yang lebih besar untuk memecahkan masalah dibidang pendidikan.
2. Dukunga dari Pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas dari sekolah untuk mengidentifikasi dan memecahkan permasalahan dibidang pendidikan meliputi peningkatan pemeriksaan dan peran manajemen dari pusat sampai daerah, mendukungan dan mendorongan dari kepemimpinan tingkat sekolah memecahkan masalah secara bersama-sama.
3. Kepemimpinan yang kuat, yang mungkin disajikan oleh pengurus tetapi juga mungkin disajikan oleh terintegrasi regu dari pengurus, para guru dan barangkali yang lain;
4. Mengorganisir stabilitas, memudahkan pengembangan dari suatu budaya sekolah yang kompak dan kuat.
5. Suatu kurikulum dikoordinir, direncanakan yang diberlakukan bidang pendidikan siswa dan meningkatkan waktu pelajaran.
6. Sekolah sebaga pusat pengembangan pendidikan, organisasi sekolah yang sehat dan para guru itu sendiri
7. Keterlibatan para orangtua terutama sekali di dalam pendukungan dari pekerjaan rumah, kehadiran, dan disiplin siswa.
8. Sekolah sebagai pengenalan dari sukses akademis, kedua-duanya dalam kaitan dengan meningkatkan capaian akademis dan standard yang menuju keberhasilan tentang keunggulan
9. Menekankan waktu pada mengajar dan belajar sebagai contoh, mengurangi gangguan dan menekan keunggulan dari usaha dipusatkan untuk belajar, dan mengatur kembali aktivitas pengajaran.
10. Perencanaan kolaboratif dan secara kolektif hubungan yang mempromosikan suatu kegiatan yang merupakan satu kesatuan, mendorong pembagian pengetahuan dan gagasan, dan membantu perkembangan konsensus dari mereka di sekolah.
11. Pengertian dari masyarakat tentang kegiatan yang dilakukan disekolah, di mana para guru dan pelajar meningkatkan perasaan yang timbal balik.
12. Tujuan yang jelas bersih yang bersama dan harapan yang yang terjangkau tinggi, yang dibangun dari kerja sama, collegialitas, dan suatu pengertian dari masyarakat dan servis yang mempersatukan organisasi itu melalui tujuan yang umum
13. Disiplin yang menggesankan kesungguhan hati dan penuh arti dari sekolah sebagai bagian dari lingkungan masyarakat, para siswa, para guru dan staff, dan orang lain yang berkecimpung di bidang pendidikan, yang dilekatkan berdasar permufakatan bersama pada sasaran bersama, kerja sama, dan konsensus.

===tulisan unduhan===

Add comment Selasa, 27 Nopember, 2007


Categories

Links

Feeds